Rabu, 03 Oktober 2012

Djenar Maesa Ayu


Djenar Maesa Ayu

Dari segelintir perempuan penulis indonesia saat ini, nama Djenar Maesa Ayu terasa sangat menonjol dari yang lainnya. Pada mulanya, ia menulis cerita pendek (cerpen), lalu novel. Namanya semakin melangit ketika ia melebarkan sayap kedunia layar lebar. Dan, saat ini, ia bahkan telah menjadi sutradara lewat film yang diangkatnya dari karya cerpen nya sendiri, ”Mereka Bilang, Saya Monyet!”
Djenar lahir dari keluarga seni. Kedua orang tuanya sendiri adalah tokoh perfilman indonesia. Ayahnya adalah Sjumanjaya, seorang sutradara terkemuka, dan ibunya Toeti kirana aktris era 70-an yang cukup punya nama.
“Dari kecil saya terbiasa dengan kesibukan kedua orang tua yang tidak jauh dari dunia seni.membaca buku sastra, menonton film dari bayak negara...”kata permpuan kelahiran jakarta, 20 januri 1970 itu.
Dulunya, Djenar merasa tidak terlalu pandai menulis. Lalu, ia memulai kiprahna di dunia kepenulisan dengan menemui sejumlah sastrawan besar indonesia yang dijadikannya sebagai”guru” menulisnya.Nama seperti Seno Gumira Ajidarma,Budi Darma,dn Sutraji Couljum Bachri kerap di sebut-sebut  dalam ucapan terima kasihnya disetiap karyanya terbit.
Mereka yang memperkenalkan saya pada keberanian dalam menulis.Belajar menulis,ya menulislah!”kata sutardji. lalu, saya nulis apa saja. Keberanian memang sudah ada dalam diri saya. Selanjutnya mengalir saat proses pembelajaran. Dari sina saja saya sudah tak pantang dengan tabu.enggak bisa nulis, tapi ngotot belajar nulis...”katanya sambil tertawa lepas.
Cerpen pertamanya,  lintah yang dimuat harian kompas (2002) menjadi debut yang mengesankan. Keberaniannya memaparkan banyak fakta bertema feminisme dianggap sebagai kelanjutan dari kebangkitan perempuan pengarang era 2000-an. Setelah itu, belasan cerpennya bermunculan di sejumlah media massa. Rata-rata Djenar menulis tentang perempuan dan dunianya. Berkat cerpen-cerpennya, djenar kerap menuai pujian sekaligus kritik pedas.
“yang saya ingin tulis,saya tulis. Kalau ternyata banyak orang yang mengatakan karya saya itu sebagai karya sastra,atau ada yang mengatakan porno itu saya anggap sebagai komplimen.tugas saya hanya menulis...saya tak pantang dengan tema yang di anggap orang tabu,”kata ibu dua anak ini spontan.
Djenar termasuk perempuan penulis yang produktif. Dalam kurun waktu tujuh tahun, empat judul buku sudah tergarap, dan tiga di antaranya itu masuk sebagai shortlist anugra sastra tahunan khtulistiwa literary Award tahun 2002, 2004, dan 2006. Dan setiap buku karya nya selalu termasuk dalam deretan dastar buku bestseller.Sejak tanggal 3Januari2008yangbaru saja berlalu,djenar menambah satu lagi karya nya.....!!!!