Djenar Maesa
Ayu
Dari segelintir perempuan penulis indonesia
saat ini, nama Djenar Maesa Ayu terasa sangat menonjol dari yang lainnya. Pada
mulanya, ia menulis cerita pendek (cerpen), lalu novel. Namanya semakin
melangit ketika ia melebarkan sayap kedunia layar lebar. Dan, saat ini, ia
bahkan telah menjadi sutradara lewat film yang diangkatnya dari karya cerpen
nya sendiri, ”Mereka Bilang, Saya Monyet!”
Djenar lahir dari keluarga seni. Kedua orang
tuanya sendiri adalah tokoh perfilman indonesia. Ayahnya adalah Sjumanjaya,
seorang sutradara terkemuka, dan ibunya Toeti kirana aktris era 70-an yang
cukup punya nama.
“Dari kecil saya terbiasa dengan kesibukan
kedua orang tua yang tidak jauh dari dunia seni.membaca buku sastra, menonton
film dari bayak negara...”kata permpuan kelahiran jakarta, 20 januri 1970 itu.
Dulunya, Djenar merasa tidak terlalu pandai
menulis. Lalu, ia memulai kiprahna di dunia kepenulisan dengan menemui sejumlah
sastrawan besar indonesia yang dijadikannya sebagai”guru” menulisnya.Nama
seperti Seno Gumira Ajidarma,Budi Darma,dn Sutraji Couljum Bachri kerap di
sebut-sebut dalam ucapan terima kasihnya
disetiap karyanya terbit.
Mereka yang memperkenalkan saya pada
keberanian dalam menulis.Belajar menulis,ya menulislah!”kata sutardji. lalu,
saya nulis apa saja. Keberanian memang sudah ada dalam diri saya. Selanjutnya
mengalir saat proses pembelajaran. Dari sina saja saya sudah tak pantang dengan
tabu.enggak bisa nulis, tapi ngotot belajar nulis...”katanya sambil tertawa
lepas.
Cerpen pertamanya, lintah yang dimuat harian kompas (2002)
menjadi debut yang mengesankan. Keberaniannya memaparkan banyak fakta bertema
feminisme dianggap sebagai kelanjutan dari kebangkitan perempuan pengarang era
2000-an. Setelah itu, belasan cerpennya bermunculan di sejumlah media massa.
Rata-rata Djenar menulis tentang perempuan dan dunianya. Berkat
cerpen-cerpennya, djenar kerap menuai pujian sekaligus kritik pedas.
“yang saya ingin tulis,saya tulis. Kalau
ternyata banyak orang yang mengatakan karya saya itu sebagai karya sastra,atau
ada yang mengatakan porno itu saya anggap sebagai komplimen.tugas saya hanya
menulis...saya tak pantang dengan tema yang di anggap orang tabu,”kata ibu dua
anak ini spontan.
Djenar termasuk perempuan penulis yang
produktif. Dalam kurun waktu tujuh tahun, empat judul buku sudah tergarap, dan
tiga di antaranya itu masuk sebagai shortlist anugra sastra tahunan khtulistiwa
literary Award tahun 2002, 2004, dan 2006. Dan setiap buku karya nya selalu
termasuk dalam deretan dastar buku bestseller.Sejak tanggal
3Januari2008yangbaru saja berlalu,djenar menambah satu lagi karya nya.....!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar